sarana edukatif, membahas segala sesuatu terkait aquascape

Sunday, 18 June 2017

apa saja sih lampu untuk aquascape?


Aquascape adalah seni membuat ekosistem bawah air dalam sebuah tank. dalam aqascape, floda dan fauna adalah hal penting yang harus diperhatikan. Ekosistem yang dibentuk harus disesuaikan dengan kondisi alam sebenarnya. Flora dalam aquascape haruslah diberi perhatian yang lebih karena membutuhkan perawatan khusus. Dalam ekosistem alam, flora memerlukan cahaya matahari untuk proses fotosinesis. Namun cahaya matahari akan berdampak terhadap pesatnya pertumbuhan alga dalam tank. peran cahaya matahari dalam aquascape digantikan oleh lampu untuk menekan pertumbuhan alga. Tuntuk jenis Lampu yang digunakan untuk aquascape akan diulas pada artikel ini.

1. Lampu MH (metal halide)

Lampu metal halide bekerja dengan pencampuran gas halide dan elemen-elemen lain, cahaya dihasilkan dari gelembung-gelembug kecil gas yang tertahan oleh kawat logam atau semacamnya. Listrik mengalir diantaranya, memanaskannya, sama seperti filament bohlam. Ini sebabnya lampu metal halide menghasilkan panas lebih dari yang lainnya.
Lampu metal halide berpusat pada satu titik dan menyebar kesegala arah, untuk itu biasanya dilengkapi dengan cermin pemantul untuk mengumpulkan cahaya yang dihasilkan. Lampu metal halide hanya dapat mengubah sekitar 25% energy menjadi cahaya, sisa energy lain diubah menjadi radiasi panas. Radiasi panas yang dihasilkan cukup panas sehingga lampu ini harus dilengkapi dengan heatsink untuk mengurangi panas. Lampu metal halide dapat menghasilkan cahaya sebesar 60-115 lumen/watt. Ukuran lampu ini umumnya berkisar 70watt (5500 lumen), 150watt (12000 lumen), serta 250watt (20000 lumen).
Keelebihan lampu metal halide adalah pencahayaan yang sangat terang sehingga cocok untuk tank yang tinggi, lampu ini memberikan efek berkilauan pada air sehingga menambah kesan alami.
Kekurangan dari lampu metal halide adalah panas yang dihasilkan. Lampu ini sangat panas dan dapat mempengaruhi suhu air dalam tank. untuk tank yang tidak dalam, lampu ini sudah tidak digunakan. Lampu ini juga paling boros listrik jika dibandingkan dengan lampu lain.

2. Lampu keluarga neon flourescents (T12, T8, T5, T2)

Lampu neon adalah teknologi yang lebih baru daripada lampu metal halide. Lampu neon banyak digunakan karena bentuknya yang memanjang sehingga dapat menerangi tank secara merata. Lampu neon memiliki suhu yang cukup rendah dan lebih efektif dalam memanfaatkan energy jika dibandingkan metal halide.
Lampu neon fluorescent selalu berkembang dari masa ke masa, Dimulai dari lampu T12 dengan diameter standar sekitar 1,5inch. Lampu T12 memiliki efisiensi yang cukup buruk sehingga sudah jarang digunakan. Walaupun Lampu T12 memiliki umur yang lumayan panjang namun kualitas cahayanya akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Lampu T12 akhirnya digantikan dengan lampu T8 dengan kemampuan memanfaatkan energy lebih maksimal. Ukuran diameter T8 sekitar 1inch. Dengan ukuran lebih kecil dari T12 namun memberikan cahaya yang setara dengan daya yang lebih kecil.
Lamu neon terus berkembang dan muncul lah lampu T5. Lampu T5 lebih tipis dan memiliki diameter 13mm atau sekitar setengah inch, dengan rata-rata sekitar 65lumen/watt. Untuk menghidupkan lampu neon perlu ditambahkan starter atau ballast. Tentunya satu set lampu neon dengan perlengkapannya akan terasa cukup mahal. Lampu neon juga sedikit mempengaruhi pertumbuhan alga. Inovasi terbaru dari lampu neon adalah jenis T2. Dengan ukuran yang lebih ramping, berdiameter sekitar 7mm. lampu T2 memiliki efisiensi lebih jika dibandingkan lampu neon lain. Namun, dari banyaknya keunggulan lampu T2, dia memiliki harga yang lebih dari lampu lain.

3. Lampu hemat energy (power compact dan lampu ulir)

Lampu hemat energy biasa digunakan dalam rumah. Walaupun sekarang sudah muncul lampu LED, namun lampu hemat energy masih banyak sekali digunakan untuk menerangi ruangan-ruangan dirumah. Lampu hemat energy ada 2 jenis yang sering digunakan, yaitu lampu power compact dan lampu ulir. Lampu hemat energy hamper sama dengan lampu neon namun dengan bentuk yang berbeda. Lampu hemat energy sudah memiliki ballast didalamnya, selain itu lampu hemar energy juga memiliki harga yang lebih terjangkau.
Lampu power compact kurang lebih sama dengan lampu T5 dari segi lumen/watt (60lm/W). lampu ini mengeluarkan cahaya yang menyebar ke segala arah, untuk itu perlu ditambahkan peralatan berupa rumah lampu (hood) untuk mengumpulkan cahaya pada tank. lampu ulir menghasilkan cahaya yang lebih baik dengan watt sama dengan lampu power compact. Lampu ulir juga membutuhkan hood untuk digunakan pada tank.

4. Lampu LED (light emited diode) 

Lampu LED adalah terobosan baru dalam dunia penerangan, baik itu penerangan rumah maupun aquascape. lampu LED memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan lampu lain. Lampu ini memiliki cahaya yang paling terang dengan watt yang sedikit. Umur lampu LED bisa mencapai 50.000 jam dan mengkonsumsi daya yang rendah. Lampu LED dapar mengubah sebagian besar energy menjadi cahaya dan sangat sedikit yang diubah menjadi radiasi panas, oleh karena itu panas yang dihasilkan dari lampu LED sangat rendah. Lampu LED memiliki banyak sekali fariasi warna yang memberikan banyak efek pada air. Fariasi warna pada lampu LED menghasilkan spectrum warna yang berbeda tiap warnanya, hal ini dimanfaatkan untuk membuat lampu LED grow. Lampu LED grow adalah lampu yang hanya mengeluarkan cahaya dengan spectrum warna yang dibutuhkan tanaman dan membuang warna yang tidak diperlukan. Kekurangan pada lampu LED hanyalah dari biaya mahal yang harus dikeluarkan dari setup awal lampu LED, namun jika dibandingkan dengan kualitas dan umur lampu LED maka biaya itu bisa dibilang murah.
Share:

0 komentar:

RECENT COMMENTS

Video of the Day

Nice product of the day

Followers